main.seo.sch.id/, Jakarta – Waspada cacar api perlu dilakukan dan semakin relevan seiring bertambahnya usia, ketika daya tahan tubuh manusia secara alami mengalami penurunan atau age-related immunity decline (ARDI). Kondisi ini membuat orang dewasa, terutama lansia dan individu dengan penyakit penyerta, lebih rentan terhadap infeksi, termasuk Herpes Zoster atau yang dikenal luas sebagai cacar api. 

Trendies, Herpes Zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster (VZV)—virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang, melainkan menetap secara dorman di dalam sistem saraf dan dapat aktif kembali di kemudian hari, terutama saat imunitas menurun.

Waspada Cacar Api, Orang Dewasa Lebih Berisiko Terinfeksi

Waspada cacar api atau Herpes Zoster menjadi langkah penting bagi orang dewasa untuk tetap sehat, aktif, dan produktif seiring bertambahnya usia. (Ilustrasi/TRENDS.co.id)
(Ilustrasimain.seo.sch.id/)

Herpes Zoster lebih sering terjadi pada kelompok usia lanjut karena kekebalan tubuh yang melemah. Fakta menunjukkan, sekitar 9 dari 10 individu dewasa berusia di atas 50 tahun telah memiliki virus penyebab cacar api, dan 1 dari 3 orang dewasa berisiko mengalami cacar api sepanjang hidupnya.

Tak hanya usia, individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal juga memiliki risiko lebih tinggi terkena cacar api—sering kali tanpa disadari hingga gejalanya muncul dan komplikasi sudah terjadi.

Nyeri Pascaherpes, Komplikasi yang Mengganggu Kualitas Hidup

Salah satu komplikasi cacar api yang paling sering terjadi adalah nyeri pascaherpes (NPH), yaitu nyeri saraf yang menetap di area ruam meskipun cacar api telah sembuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, mengungkapkan dampak serius komplikasi ini.

“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Sandra, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Trends, Senin (19/1).

Data menunjukkan sekitar 10–18% pasien cacar api akan mengalami NPH, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Selain NPH, komplikasi lain yang dapat terjadi meliputi gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan serebrovaskular.

Cacar Api Tidak Menular, Tapi Tetap Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan cacar air, cacar api tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lain. Namun, individu dengan cacar api aktif tetap dapat menularkan VZV melalui kontak langsung dengan cairan lepuh, yang dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah mengalaminya. 

Dalam sesi talkshow bersama Siloam Hospital Lippo Village diketahui sekitar 10–18% pasien cacar api akan mengalami NPH, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. (Foto: Istimewa/TRENDS.co.id)
Dalam sesi talkshow bersama Siloam Hospital Lippo Village diketahui sekitar 10–18% pasien cacar api akan mengalami NPH, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. (Foto: Istimewamain.seo.sch.id/)


Karena itu, penderita cacar api yang masih aktif dianjurkan menutup ruam dan menghindari kontak langsung dengan kelompok rentan, hingga lepuhan mengering dan tidak lagi menular.

Pencegahan Lebih Penting daripada Pengobatan

Seiring tingginya risiko dan komplikasi yang menyertainya, cegah dan waspada cacar api menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan masyarakat dewasa.

dr. Sandra menekankan bahwa banyak orang tidak menyadari dirinya berisiko hingga terlambat. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan lebih awal, terutama bagi individu dengan penyakit penyerta.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, yang menyarankan vaksin Herpes Zoster bagi pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal. Vaksinasi terbukti dapat membantu menurunkan risiko infeksi serta mencegah komplikasi berat jika infeksi tetap terjadi.

Ageing Gracefully dengan Waspada Cacar Api 

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, GSK Indonesia bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village menggelar edukasi kesehatan bertema pencegahan cacar api. Kampanye ini turut didukung oleh Maia Estianty sebagai Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api”. 

Dengan upaya mencegah dan waspada cacar api, individu bisa meraih aging gracefully. (Foto: Ilustrasi/TRENDS.co.id)
Dengan upaya mencegah dan waspada cacar api, individu bisa meraih aging gracefully. (Foto: Ilustrasimain.seo.sch.id/)


“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan. Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, termasuk melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter,” ujar Maia.

Komitmen GSK Indonesia dalam Cegah dan Waspada Cacar Api

Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia dr. Johan Wijoyo, menegaskan komitmen GSK dalam mendukung pencegahan penyakit menular melalui edukasi dan kolaborasi.

“Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen ini, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan RI dan menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) serta berbagai platform edukasi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas. 

Dengan risiko nyeri saraf jangka panjang dan berbagai komplikasi serius, cacar api bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Di tengah bertambahnya usia dan menurunnya imunitas, langkah pencegahan menjadi kunci agar orang dewasa tetap sehat, aktif, dan produktif. Waspada cacar api bukan soal rasa takut, melainkan kesadaran untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.